Fibroadenoma Tumor Jinak Payudara Gejala dan Penyebabnya

Fibroadenoma atau Benjolan Payudara - Payudarakusehat.com,- Saat Anda menemukan benjolan pada payudara, Anda tidak perlu merasa panik. Karena kemungkinan besar benjolan tersebut merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker. Tumor tersebut dikenal sebagai fibroadenoma, tumor jinak yang paling sering menyerang payudara. Fibroadenoma sendiri memiliki bentuk yang padat dan kenyal. Tetapi terkadang tumor ini juga agak keras dan dapat bergeser dengan mudah ketika disentuh.

Fibroadenoma

Fibroadenoma Tumor Jinak di Payudara

Tumor jinak ini memiliki ukuran yang variatif dan dapat membesar atau mengecil dengan sendirinya. Fibroadenoma banyak menyerang wanita yang berusia 20-30 tahun. Umumnya ketika memasuki masa kehamilan, ukuran fibroadenoma pada tubuh penderita akan mengalami pembesaran.

Gejala Fibroadenoma

Sama seperti penyakit lain yang menyerang payudara, fibroadenoma juga memiliki gejala tertentu, yaitu munculnya benjolan dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tidak terasa sakit saat disentuh
  • Benjolan berbentuk budar dan memiliki tepian yang jelas
  • Benjolan mudah digerakan saat disentuh
  • Benjolan terasa kenyal atau sedikit keras

Para wanita yang terserang fibroadenoma bisa memiliki lebih dari satu tumor jinak dengan beragam ukuran, termasuk fibroadenoma dengan ukuran yang sangat kecil.

Penyebab Fibroadenoma

Banyak yang menggangap bahwa fibroadenoma memiliki keterkaitan yang erat dengan hormon reporduksi. Akan tetapi hingga saat ini, penyebab dari munculnya tumor jinak yang tidak bersifat kanker ini masih belum diketahui.

Sejumlah ahli berpendapat bahwa tumor jinak tersebut muncul karena respon yang tidak normal dari tubuh wanita terhadap hormon estrogen. Hal ini terlihat saat wanita mengalami masa reproduksi dimana pada kondisi tersebut, fibroadenoma akan lebih sering muncul.

Sementara itu seperti yang telah disebutkan, pada masa kehamilan ukuran fibroadenoma akan membesar. Namun saat tingkat hormon reproduksi mengalami penurunan setelah wanita memasuki masa menopause, maka ukuran sel tumor ini akan mengecil kembali.

Diagnosis Fibroadenoma

Diagnosis fibroadenoma akan dilakukan dengan pemeriksaan fisik. Nantinya, dokter akan menganjurkan pasien untuk melakukan salah satu test berikut.

  • Ultrasonografi Payudara

Untuk wanita yang berusia di bawah 40 tahun, maka dokter akan menyarankan ultrasonografi payudara. Ini karena payudara wanita yang masih berusia di bawah 40 tahun terbilang masih padat sehingga membuat hasil uji mammografi sulit dianalisa.

Dengan ultrasonografi payudara, dokter pun dapat mengetahui apakah benjolan yang terdapat pada payudara pasien merupakan benjolan yang padat atau berisi cairan.

  • Mammografi

Mammografi merupakan tes yang lebih efekif jika digunakan pada wanita yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Nantinya dokter akan menganalisis gambar fibroadenoma yang terdapat di jaringan payudara. Gambar tersebut diambil dengan bantuan sinar x.

  • Biopsi

Biopsi akan dilakukan jika benjolan tidak dapat didiagnosis secara pasti dengan menggunakan ultrasound dan mammografi. Nantinya, dokter akan mengambil sampel jaringan yang terdapat di dalam benjolan untuk kemudian dianalisa di laboratorium.