Diagnosis Kanker Payudara Beginilah Yang Dilakukan Dokter

Diagnosis Kanker Payudara - Payudarakusehat.com,- Umumnya kanker payudara dapat didiagnosis melalui pemeriksaan rutin. Selain itu, kanker yang menyerang payudara ini juga dapat didiagnosis saat penderita menyadari beberapa gejala awal dari kanker tersebut sehingga mendorong penderita untuk memeriksakan diri ke dokter.

diagnosis kanker payudara

Jika dokter menemukan benjolan pada payudara pasien, maka dokter tersebut akan menganjurkan sejumlah prosedur. Prosedur-prosedur ini akan digunakan untuk memastikan apakah benjolan tersebut merupakan gejala dari kanker payudara atau bukan.

Beberapa prosedur yang kami sebutkan di atas adalah :

  • Mamografi

Mamografi dapat dilakukan untuk mendeteksi sel-sel kanker pada tubuh pasien. 

  • USG

USG akan digunakan untuk mengetahui apakan benjolan yang muncul pada payudara pasien mengandung cairan atau berbentuk padat.

  • Biopsi

Pada pemeriksaan biopsi, dokter akan mengambil sampel sel-sel payudara pasien. Setelah itu, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui apakan sel-sel tersebut merupakan sel yang bersifat kanker atau bukan.  

Dengan melakukan pemeriksaan biopsi, dokter pun tidak hanya akan dapat mengetahui jenis sel payudara yang terserang kanker, tetapi juga tingkat keganasan kanker tersebut dan reaksinya terhadap hormon.

Jika didiagnosis positif mengidap kanker payudara, maka pasien dianjurkan untuk melakukan sejumlah pemeriksaan lain yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker.

Beberapa pemeriksaan tersebut adalah MRI, CT scan, rontgen dada dan pemeriksaan tulang. Pemeriksaan tulang sendiri dilakukan untuk mengetahui apakan sel kanker telah menyebar ke tulang atau tidak.

Selain pemeriksaan di atas, para pasien juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lain yang berfungsi untuk menunjukkan reaksi kanker terhadap jenis-jenis pengobatan tertentu seperti :

  • Pemeriksaan HER2

Jenis pengobatan tersebut juga dikenal dengan nama terapi biologis atau molekul. Sementara itu HER2 atau human epidermal growth factor receptor 2 sendiri merupakan kanker yang dirangsang oleh protein. Umumnya kanker tersebut dapat ditangani dengan menggunakan obat-obatan yang mampu memblokir efek HER2.

  • Pemeriksaan reseptor hormon

Beberapa hormon alami tubuh seperti estrogen dan progesteron juga dapat memicu pertumbuhan sel kanker payudara. Melalui pemeriksaan reseptor hormon, nantinya akan dilakukan pengujian pada sample sel kanker yang terdapat di dalam payudara pasien. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui reaksi dari sel kanker terhadap estrogen atau progesteron.

Stadium Kanker Payudara

Dengan melakukan diagnosis kanker payudara, maka kita akan mengetahui stadium kanker payudara berapa yang diderita pasien.

Stadium kanker payudara sendiri terdiri dari empat tahap, yaitu :

  • Stadium 1

Pada stadium 1, ukuran tumor masih tidak lebih dari 2 cm. Selain itu, tumor pun masih belum menyebar ke kelenjar getah bening yang terdapat di ketiak.

  • Stadium 2

Memasuki stadium 2, ukuran tumor akan membesar hingga bisa mencapai 5 cm. Di stadium ini, masih belum ada sel kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening.

  • Stadium 3

Ukuran tumor tidak berbeda dengan stadium 2. Namun pada stadium 3, sel kanker telah menyebar hingga ke kelenjar getah bening yang terdapat di ketiak. 

  • Stadium 4

Di stadium 4, sel kanker telah menyebar ke beberapa bagian tubuh.