Abses Payudara - Gejala, Penyebab dan Faktor Resiko

Abses Payudara Gejala, Penyebab dan Faktor Resiko - Payudarakusehat.com,- Abses payudara merupakan peradangan yang terjadi akibat akumulasi nanah di payudara. Kondisi ini disebabkan oleh serangan bakteri. Namun meski jarang terjadi, munculnya abses pada payudara wanita bisa jadi merupakan tanda atau gejala dari kanker payudara.

Abses payudara sendiri umumnya menyerang wanita yang tidak menjaga kebersihan diri mereka. Selain itu, kondisi ini juga dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki payudara besar atau berat badan yang berlebih. Meski demikian, kebanyakan kasus abses payudara, atau sekitar 10 – 30% dari kasus yang ditemukan terjadi setelah masa kehamilan.

abses payudara

Abses Payudara Gejala dan Penangannya

Gejala-gejala dari abses payudara ini cukup bervariasi tergantung dari beberapa hal seperti stadium penyakit, lokasi abses dan sejumlah faktor lain. Saat masih stadium awal, para penderita akan merasakan nyeri dikelenjar payudara mereka. Jika inflamasi terjadi di dalam, maka kulit luar payudara akan terlihat normal. Sementara itu jika lokasi abses berada di permukaan payudara, maka kulitnya akan tampak kemerahan, bengkak dan panas.

Selain beberapa gejala di atas, saat pembentukan abses payudara, penderita juga akan merasakan gejala lain seperti mual, muntah, demam dan menggigil. Sementara itu pada komplikasi yang paling berat, yaitu osteonecrosis payudara, penderita akan merasakan sejumlah gejala yang lebih parah seperti pembengkakan pada kelenjar getah bening nekrotik, pembengkakan pada payudara, depresi dan meningkatnya tekanan darah.

Kapakankah Anda harus memeriksakan diri ke dokter?

Anda bisa memeriksakan diri Anda jika merasakan beberapa gejala berikut :

  • Timbul rasa nyeri pada dada
  • Payudara tampak kemerahan dan membengkak
  • Puting tertarik ke dalam
  • Cairan keluar dari puting
  • Terasa nyeri saat menyusui

Penyebab Abses Payudara

Abses payudara disebabkan oleh serangan bakteri seperti bacillus typhoid dan anaerob. Namun yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah staphylococcus aureus dan streptococcus.

Faktor Risiko Abses Payudara

Ibu menyusui memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terserang penyakit ini, terutama mereka yang sering mengalami beberapa hal berikut :

  • Puting tergaruk atau tercakar
  • Menggunakan BH yang ketat
  • Waktu menyusui yang kurang lama

Pengobatan Abses Payudara

Abses payudara yang terditeksi pada tahap awal masih dapat disembuhkan dengan antibiotik. Dengan begitu, penderita tidak perlu melakukan operasi. Namun jika abses payudara baru terditeksi setelah mencapai stadium lanjut, maka perlu dilakukan insisi atau operasi untuk mengeluarkan abses.

Sebelum pengobatan, dokter akan mendiagnosis penyakit tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga akan melakukan biopsi untuk mempelajari sample jaringan payudara.

Setelah abses payudara berhasil terdiagnosis, maka dokter akan memberikan antibiotik. Tetapi jika keadaan tidak membaik, maka dokter pun akan melakukan pemeriksaan ultrasound. Dengan begitu, dokter dapat menentukan status penyakit yang diderita pasien secara cepat.